Sabtu, 07 September 2013

SAJAK SEORANG PENYAIR


Oleh Sadri Machmud

Di hilir pantai pesisir yang berpasir anyir
Seorang penyair memegang sisir sedang berpikir
Mengambil pasir bercampur air yang terus mengalir 
Menggores bibir dengan kelingking untuk menaksir

Dari utara tampak menara diapik samudera
Terdengar suara senandung salsa menyentuh jiwa
Karang terbelah dihantam ombak yang sedang marah
Ikan-ikan menjerit ketakutan entah mengapa

Sorotan lampu mobil buyarkan lamunan
Tatapan matanya seakan gundah pada yang datang
Kibasan angin hanyutkan langkah yang berjalan
Sesosok mayat menangis ketakutan

Bau amis ditinggalkan mobil yang berlalu
Perlahan mekar menusuk rusuk bertalu-talu
Apa ini imajinasiku untuk berlagu
Penyair itu bingung dalam kelabu

Di pesisir siang itu hari kamis
Air yang tenang menjadi amis
Guratan hati tak lagi manis
Penyair berlagu untuk nyawa yang menangis

Tidak ada komentar:

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG,JANGAN LUPA JOIN BLOG INI YA...